Senin, Juli 19, 2010

Second Adventure, @Kampung Inggris...


Tepat setahun yang lalu, aku menyelesaikan program bermain sambil belajar di Kampung Inggris, Pare - Kediri. ga sedikit yang aku peroleh dari sana, dan manfaat itu, masih ku rasa sampai ini. meskipun aku tergolong sebagai pemula, tp ilmu yang ku dapat sangat membantuku, atau pun orang-orang disekitarku dalam masalah "English". 10 juni lalu, temanku, (baca : teman hidupku), berangkat untuk pertama kalinya. dengan tujuan yang sama, belajar.

1 bulan lebih 7 hari, dia menimba ilmu, persis ku lakukan dulu, belajar, belajar, dan belajar. dengan suasana yang masih tetap santai. dan hari ini, aku kembali menginjakkan kaki di Desa ini. Desa tulung rejo, tempat dimana orang-orang berkumpul untuk memperdalam skill english mereka. memori saat itu masih melekat di banakku, saat dimana aku, dan lela temanku, mengayuh sepeda menjelajahi sepanjang jalan di desa ini. semua sudah berbeda, termasuk tujuanku kali ini. hari ini aku kesini bukan untuk belajar, melainkan melepas rinduku pada matahariku, dan segala hal yang mengingatkan aku akan perjuanganku, setahun yang lalu...

banyak yang telah berubah, secara keseluruhan, Kampung Inggris ini bertambah ramai. dari pengunjung yang bertambah banyak, tempat kursus yang semakin bertambah, bangunan camp dan kos yang banyak diperbaharui, warung makan, tempat nongkrong dan discuss yang tambah keren, warnet yang bertambah banyak, bahkan hotspot-pun sudah hadir di kampung ini. sungguh berbeda dengan tahun lalu, warnet hanya ada beberapa saja, dan ada satu perbedaan yang mencolok di mataku, dulu, sangat sedikit dari mereka yang menggunakan motor, sepeda tetap masih jadi prioritas. namun, saat ini, motor sudah bertambah ramai, dan polusi udarapun sudah merajalela. tak lagi ku rasa kan "ketenangan" yang ku dapat setahun yang lalu.

namun, perubahan tak mungkin untuk di tolak.
keramain kampung inggris ini agak sedikit berpengaruh pada 'pembelajaran'nya. dari mereka yang belajar saat liburan, tak sedikit dari mereka yang mengeluh, entah karna lingkungan yang mulai tercemar, kebersihan yang tak begitu d perhatikan, bahkan suasana kelas yang tak begitu kondusif. setahun yang lalu, kami di kelas hanya berisi 15-20 orang, sekarang, sekelas bisa berubah menjadi 40 orang! 2 kali lipat dari tahun lalu. tapi semua itu tergantung pada diri masing-masing. kampung inggris hanya sarana untuk belajar. selama kita mau, selalu ada jalan.
improve your english, dude!!

6 comments:

kainbasah on 18 Oktober, 2010 11:40 mengatakan...

salam kenal
mampir ke blog ku yach

rodes on 21 Desember, 2010 09:00 mengatakan...

kampung inggris tempet gw makan nasi pecel pincuk...rindu pare

Heru Anggisa Putra on 27 Desember, 2010 22:35 mengatakan...

kampung inggris di pare... keren!

haris on 01 Juli, 2011 11:26 mengatakan...

ayo datang lagi ke Sini(Pare).

ghea on 08 November, 2011 20:29 mengatakan...

Nice post ..
boleh tukeran link g?
ini link saya http://blog.umy.ac.id/ghea
kalo boleh di kabarin yah.. makasih..

lusi on 28 November, 2011 12:28 mengatakan...

boleh boleh... sorry, br buka blog :)

Poskan Komentar

Blog Archive

Exchange Link


Copy and Paste this code into your page, and leave message in my Chatbox

Followers

 

Life's Story... Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez